Sejak era Richard pula, para pemain ganda campuran jadi salah satu andalan tetap Indonesia di tiap gelaran turnamen sepanjang tahun. Berbagai gelar besar telah dimenangi oleh ganda campuran Indonesia, namun ada satu gelar yang belum pernah dimenangkan pasukan Richard sejak dulu, yaitu medali emas Olimpiade.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sepanjang sejarah Richard menangani ganda campuran, sudah ada dua ganda Indonesia yang berlaga di babak final Olimpiade. Pertama, adalah Trikus/Minarti di Olimpiade Sydney 2000 dan Nova/Liliyana di Olimpiade Beijing 2008.
Tekad kuat Richard untuk melihat anak didiknya jadi juara Olimpiade pun begitu terlihat dalam masa persiapan. Bukan hanya memimpin latihan dengan semangat, Richard juga begitu antusias mengikuti sesi jumpa psikolog yang rutin dilakukan oleh Tontowi/Liliyana.
"Secara teknis, saya tahu kelemahan Tontowi/Liliyana namun dari psikologi, mungkin ada yang belum saya pahami," ujar Richard memberikan alasannya saat itu.
Kini Tontowi/Liliyana tinggal berjarak satu langkah lagi untuk mewujudkan harapan Richard. Mereka pastinya bakal berusaha keras dalam duel hidup-mati lawan ganda Malaysia, Chan Peng Soon/Goh Liu Ying. (ptr)