Posisi skuat Merah Putih sendiri masih berpeluang terdongkrak cukup signifikan jika meraih satu medali emas. Peluang besar untuk meraih medali emas kini tertumpu pada atlet cabang bulutangkis nomor ganda campuran, Tontowi Ahmad/Liliyana Natsir.
Owi/Butet akan menghadapi pasangan ganda campuran asal Malaysia, Chan Peng Soon/Goh Liu Ying, di babak final. Laga puncak tersebut bakal digelar Rabu (17/8) siang waktu setempat atau 21.50 WIB.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dari segi statistik pertemuan dua pasangan itu, Owi/Butet juga masih unggul jauh. Ganda kebanggaan Indonesia itu masih unggul mutlak dari sembilan kali duel di laga-laga resmi.
Seperti dilansir dari situs resmi BWF, tercatat delapan kali kemenangan yang ditorehkan Owi/Butet dari total pertemuan itu. Peng Soon/Goh Liu hanya meraih sekali kemenangan pada kejuaraan China Terbuka 17 November 2012 lalu.
Selain itu, statistik yang lebih menguntungkan bagi Owi/Butet adalah pada pertemuan terakhir mereka dengan Peng Soon/Goh Liu.
Owi/Butet yang bertekad mengejar emas pertamanya di Olimpiade ini juga mampu menang mudah atas Peng Soon/Goh Liu di fase grup Olimpiade 2016. Mereka mengatasi ganda Malaysia itu dengan dua gim langsung, 21-15 dan 21-11.
Ganda Indonesia itu juga disebut-sebut ke final dengan menumbangkan ganda campuran nomor satu dunia, Zha Nan/Zhao Yunlei, dua gim langsung, 21-16 dan 21-15.
Meski demikian, ada beberapa hal yang juga musti diwaspadai dari pasangan Malaysia tersebut. Mereka ke final dengan mengalahkan unggulan keenam dunia, Chen Xu dan Jin Ma, dari China di babak semifinal.
Peringkat Peng Soon/Goh Liu yang terus menanjak dari 2015 lalu di ranking BWF hingga bulan ini, juga patut diwaspadai. Pernah berada di peringkat ke-78 pada April 2015, ganda campuran Malaysia itu kini berada di peringkat ke-11.
Bukan tidak mungkin, Peng Soon/Goh Liu kembali membuat kejutan seperti saat mengalahkan Chen Xu dan Jin Ma di semifinal Olimpiade 2016. (bac)