"United memberikan segala yang saya punya dalam hidup ini. Saya melihat Ferguson seperti ayah, marah dan meneriaki Anda selama semenit, tapi selanjutnya, ia menepuk pundak Anda dan berkata 'Ayolah, nak'," kata Nani kepada The Guardian.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Jika sekarang saya memiliki mental yang kuat itu berkat banyak hal yang dilakukannya," ujar Nani.
"Semua orang adalah bagian dari tim. Kadang saya bermain di laga besar dan pertandingan yang tidak terlalu besar. Saya pernah tampil di final, tapi terkadang tampil bagus dan kadang juga jelek. Inilah sepak bola."
Meski demikian, Nani yang sukses membawa Portugal menjuarai Piala Eropa 2016, selalu menyimpan ingatan indah bersama ManUtd.
"Apa yang saya kenang adalah momen bagus yang saya punya di Manchester, gol fantastis yang saya cetak ke gawang tim top. Itulah yang diingat kawan saya dan itulah yang diingat fans ketika mereka menulis saya. Mereka tidak ingat hal-hal buruk." (jun)