Menurut asisten pelatih timnas Indonesia, Wolfgang Pikal, pihaknya berupaya menghindari uji coba menghadapi tim-tim lokal kali ini.
Pertimbangan itu dilakukan berdasarkan pengalaman buruk timnas ketika melakukan uji tanding menghadapi tim-tim lokal.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Contohnya saja melakukan tekel berbahaya dari belakang dan lain sebagainya."
Untuk uji coba lawan Myanmar, timnas Indonesia berharap laga tersebut bisa berlangsung tiga atau empat hari sebelum menghadapi Malaysia.
Sejauh ini, Pikal menerangkan, baru laga uji coba melawan Malaysia di Solo yang bisa dikonfirmasi kepastiannya pada 6 September 2016.
Selain Myanmar, skuat Garuda juga menanti kepastian menghadapi Vietnam. Sebelumnya sempat ada wacana menghadapi negara Asia Tenggara tersebut, beberapa waktu lalu.
"Kami berharap uji coba itu bisa dilakukan dua kali, kandang dan tandang. Tapi kami juga menanti jawaban dari pihak Vietnam mengenai keinginan tersebut," ungkap Pikal.
Setiap kali uji coba, Riedl bakal membawa 23 pemain yang akan dijajal kemampuannya. Sebelumnya sebanyak 47 pemain sudah melakukan latihan seleksi yang dibagi dalam dua periode. Periode kedua berakhir pada Rabu (17/8) lalu.
Pemusatan Latihan di Karawaci
Sementara itu, keinginan timnas untuk melakoni pemusatan latihan (TC) di luar negeri, tidak kesampaian.
Boaz Solossa dan kawan-kawan dipastikan hanya akan menjalani TC di Lapangan Sekolah Pelita Harapan, Karawaci. Padahal menurut Pikal uji coba di luar negeri dirasa penting mengingat fasilitas dan lawan-lawannya yang mumpuni.
"Sementara Vietnam uji coba di Korea Selatan dan Filipina di Spanyol, kami hanya akan TC di Karawaci. Tapi apa boleh buat, terpenting kami memaksimalkan yang ada," tutur Pikal. (bac)