Cabang olahraga renang sukses menjadi penyumbang emas terbanyak untuk Amerika. Dari total 46 emas, 16 di antaranya didapatkan dari kolam renang, sementara 13 dari cabang atletik sebagai penyumbang terbesar kedua.
Keberhasilan ini membuat AS menjadi juara umum untuk yang kelima kalinya dalam enam Olimpiade terakhir. Satu-satunya puncak klasemen yang lepas dari genggaman negara Paman Sam ini adalah ketika Olimpiade digelar di China pada 2008 silam.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Hal sama juga terjadi pada renang yang hanya bisa membawa pulang satu emas lewat Sun Yang, sementara pada empat tahun lalu merebut lima emas. Bulutangkis yang menjadi nomor andalan China pun tak mampu mengulangi prestasi sapu bersih pada lima nomor yang sukses mereka torehkan di London.
China hanya mendapatkan dua emas dari Chen Long (tunggal putra) dan Fu Haifeng/Zhang Nan (tunggal putra).
Kontras dengan China, Jepang yang bersiap menjadi tuan rumah Olimpiade selanjutnya mulai menunjukkan peningkatan berarti. Mereka mampu menambah lima medali emas, dari semula tujuh emas pada 2012 menjadi 12 emas.
Selain dari cabang olahraga bulutangkis lewat ganda putri, Jepang juga membuat kejutan dengan mendapatkan dua emas dari tim senam putra.
Sementara itu di level Asia Tenggara, Thailand mulai memetik buah dari mengalirnya dana dari perusahaan listrik Thailand untuk pusat pelatihan angkat besi.
Dua lifter mereka, Sopita Tanasa (21 tahun) dan Sukanya Srisurat (21), mendapatkan medali emas dari nomor 48KG dan 58KG.
Indonesia menjadi negara Asia Tenggara tersukses kedua dengan torehan satu emas dan dua perak dan mengakhiri Olimpiade di nomor 46.
Hasil Perolehan medali di ajang Olimpiade Rio 2016 (rio2016.com) |
(vws)
Hasil Perolehan medali di ajang Olimpiade Rio 2016 (rio2016.com)