Pelatih asal Perancis itu pun sadar, dirinya semakin dekat dengan senja kala pengabdiannya di Stadion Emirates. Wenger saat ini menjadi manajer terlama di Liga Primer Inggris dengan menangani Arsenal selama 20 tahun sejak 1996 silam.
Wenger mengakui, bakal ada yang hilang dari hidupnya saat momen-momen purnatugas itu tiba.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ketakukan Wenger tersebut diperparah usai dirinya bertukar pikiran dengan Sir Alex Feruison yang telah pensiun dari Manchester United.
"Saya bertanya (kepada Ferguson): 'Apakah kamu merindukannya (masa-masa aktif di sepak bola)?' Kemudian, ia berkata: 'Tidak juga.' Seperti ada kekosongan dalam hidup Anda, apalagi jika Anda sudah telanjur menjalani hidup dengan menunggu pertandingan ke pertandingan dan berusaha memenangkannya."
Wenger mengakui, tak ada kehidupan sosial baginya selain di sepak bola. Bahkan, itu merupakan bagian dari kesenangannya yang belum rela ia lepaskan.
Meski demikian, ia menambahkan, dirinya masih terus berjuang keras untuk mengatasi kekalahan.
"Sebagai manusia, sebagian dari kita mencintai kemenangan, sebagian lainnya membenci kekalahan. Sedangkan persentase benci kalah di diri saya lebih besar," ungkap Wenger.
Menurutnya, sosok manajer harus benci kalah. Jika tidak, tak ada yang bisa menjaminnya bakal lama bertahan lama di klub.
"Jika pertandingan berjalan baik, saya akan keluar makan malam atau minum-minum bersama teman atau keluarga. Jika tidak, saya akan langsung pergi ke rumah menyaksikan laga sepak bola lainnya dan melihat perjuangan manajer lain," tutur Wenger.
"Jika kami kalah, itu akan menghancurkan akhir pekan kami. Namun, saya mulai belajar untuk mengendalikan kekecewaan saya dan berusaha bangkit." (bac)