"Saya masih akan melihat persiapan Owi/Butet. Semestinya mereka akan mengikuti turnamen superseries di Jepang dan Korea pada September. Tapi, saya batalkan untuk dua turnamen itu karena mereka sebagai juara Olimpiade sudah meraih wild card ke Superseries Final," kata Richard seperti dikutip dari Antara.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Meski demikian, sejumlah evaluasi sudah disiapkan Richard. Terutama penampilan di babak semifinal Olimpiade meski akhirnya sukses mengalahkan pasangan unggulan pertama asal Tiongkok Zhang Nan/Zhao Yunlei.
Lihat juga:Selamat Datang Jawara Olimpiade 2016 |
Kemenangan Owi/Butet dalam perhelatan olahraga terbesar di dunia itu sekaligus menjadi pembuktian tangan dingin Richard setelah sebelumnya sukses mengantarkan Praveen Jordan/Debby Susanto juara All England 2016.
"Di turnamen Indonesia Terbuka 2016 lalu, saya memang membela Owi/Butet dan melempar buku ke hakim garis. Itu bentuk ekspresi saya sebagai pelatih," ujar Richard.
Saya sudah didik atlet saya dengan keras, saya tidak terima atlet saya dicurangi hanya karena kesalahan wasit, hakim garis, atau hakim servis."
Sebelumnya, pasangan Owi/Butet mengikuti arak-arakan atlet peraih medali Olimpiade Rio 2016 bersama atlet angkat besi Eko Yuli Irawan dan Sri Wahyuni. Parade dimulai dari kantor Kementerian Pemuda dan Olahraga menuju Istana Negara, Jakarta.
Rombongan atlet dan pengurus cabang olahraga yang telah membawa nama Indonesia dalam pesta olahraga empat tahunan itu diterima Presiden Joko Widodo pukul 09.00 WIB. (jun)