"Sama seperti yang sudah saja janjikan. (Stadion si Jalak Harupat) Boleh digunakan, dengan banyak catatan," kata Dadang dikutip dari detiksport, Rabu (24/8).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Budhi yang saat dihubungi CNNIndonesia.com sedang ikut dalam rapat untuk penyelenggaraan laga akhir pekan nanti mengatakan, "Iya betul, Pak Umuh [Manajer Persib Umuh Muchtar] juga mendapatkan kabarnya langsung dari pak bupati. Kemudian dengan syarat, mainnya jadi siang. Pukul 15.30 [WIB]."
Alasannya, sambung Dadang, karena ada sejumlah arena yang baru dibangun tanpa pagar. Arena-arena olahraga yang baru dibangun itu antara lain seperti gedung Gelora Sabilulungan Si Jalak Harupat (GSJ), gedung Gymnastium, dan kolam renang standar internasional, sedang disiapkan untuk Pekan Olahraga Nasional (PON) bulan depan.
Selanjutnya, demi memberi ruang bagi Persib menjamu tamu asal Jawa Timur, Dadang pun memerintahkan kepada Dinas Pemuda Olahraga dan Pariwisata (Dispopar) Kabupaten Bandung untuk menghentikan sementara aktivitas pekerjaan penyelesaian di lokasi tersebut.
Tentu konsekuensinya, dia menuturkan, tenggat bagi kontraktor harus diperpanjang selama satu hingga dua hari.
Dengan diberikannya izin bermain di Si Jalak Harupat, Dadang berharap Persib mampu tampil trengginas dan meraih kemenangan atas Arema.
"Setiap main di Si Jalak Harupat, Persib tidak pernah kalah. Jadi, untuk pertandingan nanti melawan Arema, saya berharap Persib bisa menang," ujar Dadang.
Dia pun berpesan kepada bobotoh--sebutan untuk suporter--agar tertib, menjaga kemanan, dan kebersihan sepanjang menyaksikan pertandingan.
Sebelumnya Persib menyiapkan alternatif lain di antaranya Stadion Pakansari di Cibinong, Bogor, dan Stadion Galuh di Ciamis.
(kid)