Tak jarang kehadiran mereka dipandang sebelah mata -- hanya untuk memikat kaum adam. Namun, Christine Hallauer yang dalam beberapa tahun terakhir menjadi gadis ring di ajang One Championship, memiliki pemikiran berbeda.
"Saya rasa peran gadis ring ini cukup penting. Mereka merepresentasikan ONE FC. Kami biasanya membawa ring card saat jeda agar penonton tahu sudah berapa ronde, " kata Hallauer, saat berbincang dengan CNNIndonesia.com di Makau beberapa waktu lalu.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Menjadi seorang gadis ring bukanlah jalan karier saya. Saya sedang menempuh studi di universitas, ketika kesempatan ini datang saya memutuskan untuk mengambilnya untuk mengisi waktu akhir pekan.
Soal bayaran, Christine tak mau membocorkannya. Namun ia mengatakan gadis ring tanpa pengalaman dibayar ratusan dolar.
Perempuan keturunan Filipina dan Swiss tersebut juga menceritakan bahwa teman-teman dan keluarganya senang dengan pekerjaannya sebagai gadis ring. Ia pun mengaku senang dapat kesempatan menjadi gadis ring karena bisa jalan-jalan, bertemu banyak orang, dan mendapat tempat duduk di barisan terdepan di setiap ajang ONE Championship.
Akan tetapi, ia pun sadar bahwa tak semua orang memandang gadis ring sebagai suatu pekerjaan yang baik. Menanggapi hal tersebut, Christine punya pendapatnya tersendiri.
"Saya bisa mengerti bagaimana orang melihat sesuatu secara berbeda berdasarkan budaya mereka dan saya menghormati itu. Menjadi seorang gadis ring bagi saya bukan merupakan profesi, tapi lebih kepada suatu hal menyenangkan yang saya kerjakan," ucapnya. (vws)