Ada dua insiden yang terjadi. Di putaran pertama, Verstappen n berbenturan dengan Sebastian Vettel (Ferrari) sehingga mengalami kerusakan sayap kiri. Sementara Vettel sendiri menabrak Raikkonen di saat yang bersamaan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Jika saya tidak ngerem, kami akan tabrakan hebat," kata Raikkonen seperti yang dikutip dari BBC Sport, Selasa (30/8).
Lebih lanjut, Raikkonen pun menilai gaya mengemudi Verstappen yang berbahaya telah dilakukan sepanjang musim ini. Dan terus diulang-ulang di berbagai seri balapan.
Karena itulah Raikkonen kembali mengingatkan bahwa ada potensi bahaya besar di balik gaya Verstappen.
"Pebalap lain bertahan dalam balapan dengan cara yang benar. Sementara Verstappen menunggu saya, hingga saya harus mengerem mendadak dan menurunkan kecepatan. Itu tidak seharusnya terjadi."
"Mungkin diperlukan sebuah kecelakaan agar semua orang mengerti apa yang saya maksud. Mudah-mudahan tak ada kecelakaan yang terjadi karena itu akan berakibat buruk kepada orang lain. Tentu saja tak ada yang ingin melihat seseorang terluka," ucap Raikkonen.
Sementara itu Verstappen tak setuju dengan anggapan bahwa ia mesti memikirkan kembali tentang taktik balapannya.
"Sejujurnya, itu adalah sebuah kebohongan besar. Saya hanya mempertahankan posisi saya. Dan jika seseorang tidak menyukainya, itu adalah masalah dia," ujar pebalap berusia 18 tahun tersebut.
Tak hanya itu, Verstappen juga menambahkan bahwa Raikkonen dan Vettel seharusnya malu sudah menyerangnya dengan kritikan.
"Jika mereka mengganggu balapan saya, saya tak akan membuat balapan itu menjadi mudah untuk mereka. Saya pikir mereka harus mengerti itu," ujar Verstappen. (ptr)