Namun, perempuan yang menjadi juara dunia pertama dalam ajang Super Crown 2015 silam itu mengaku masih merasa aneh.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Selain skateboard, IOC pun memasukkan Karate, panjat dinding, dan selancar sebagai cabang olahraga yang akan dipertandingkan di Tokyo.
Dengan dimasukkannya lima cabor baru itu total cabang olahraga yang akan dipertandingkan dalam Olimpiade 2020 bertambah jadi 18 nomor yang diikuti 474 atlet.
"Banyak orang menolak skateboard, banyak juga skater yang menolak skateboard di olimpiade. Saya kira skateboard bukan hanya gaya hidup, kami ingin mengubah itu. Kami ingin skateboard juga ada di olimpiade. Bagi Saya penting. saya kira penting skateboard ada di olimpiade.," ujar Bufoni.
Bufoni pun berharap pemerintah-pemerintah negara di dunia--terutama pemerintah kota--tak lagi memandang miring para pemain skate di jalanan.
"Di kepala saya, ketika mendengar ini saya kaget. 'Oh tuhan, ini benar-benar terjadi, kami akan bermain skateboard di olimpiade," ujar Bufoni yang lahir di Sao Paulo pada 1993 silam.
Bufoni sendiri bermain skate sejak usia sembilan tahun, dan baru memiliki papan skate sendiri pada usia 11. Papan skate pertama Bufoni itu didapatkannya dari sang nenek. Dan, ketika menanggapi bahwa skateboard akan dipertandingkan dalam Olimpiade, Bufoni pun berkata, "Saya tak tahu, ini rasanya akan menjadi luar biasa. Saya rasanya tak sabar untuk mewakili negara saya."
(kid)