Dalam ajang Olimpiade 2016 di Brasil pada bulan lalu, Indonesia meraih satu medali emas dari cabang olahraga bulutangkis dan dua medali perak dari angkat besi.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menpora Imam Nahrawi menunaikan nazar cukur kumis dan rambut saat ganda campuran bulutangkis Indonesia Tontowi Ahmad/Liliyana Natsir memenangkan medali emas Olimpiade Rio. (CNN Indonesia/Vetricia Wizach) |
"Tetapi semua ini berkonsekuensi bagi sebuah harga diri bangsa ketika [mampu] berdiri sejajar dengan negara-negara lain di belahan dunia ini. Dan itu simbolisasinya di Olimpiade. Makanya cabang olahraga non-olimpiade tentu kita tidak memberi porsi pada multievent yang mestinya itu penjenjangan bagi pencapaian emas Olimpiade, termasuk SEA Games itu."
Selanjutnya, Imam pun menyatakan pihaknya dan Satlak Prima akan menyeleksi kembali atlet-atlet dari cabor olimpiade, serta non-olimpiade yang akan dikirim.
Terkait hal tersebut, Imam juga menyatakan saat ini belum ditentukan jumlah cabor yang akan diikutsertakan dalam SEA Games 2017.
Ia pun berharap agar cabor-cabor bisa memaklumi keputusan yang nantinya ditetapkan. Selain itu, Imam pun berharap para atlet dari cabang olimpiade bisa mendapatkan medali dari SEA Games 2017.
"Kami akan fokus pada Asian Games dan Olimpiade. Saya kira SEA Games tidak (akan ditarget), tapi itu akan menjadi semacam uji coba menuju kepada AG2018 dan Olimpiade 2020," ujar Imam.
(kid)
Menpora Imam Nahrawi menunaikan nazar cukur kumis dan rambut saat ganda campuran bulutangkis Indonesia Tontowi Ahmad/Liliyana Natsir memenangkan medali emas Olimpiade Rio. (CNN Indonesia/Vetricia Wizach)