"Ini akan jadi akhir pekan terpenting musim ini, karena digelar di rumah saya. Akan ada banyak tekanan, tapi atmosfernya luar biasa. Banyak pendukung datang, tapi kami harus memperhitungkan ketidakberuntungan di GP Italia," ucap Rossi seperti dikutip dari Motograndprix.it.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Gagal finis di Sirkuit Mugello merupakan salah satu dari rangkaian nasib buruk Rossi musim ini. Rangkaian nasib buruk membuat Rossi kini tertinggal hingga 50 poin dari pebalap Repsol Honda, Marc Marquez, di puncak klasemen sementara.
Kemenangan diraih pebalap Suzuki Ecstar, Maverick Vinales, yang berhasil mengalahkan pebalap LCR Honda Cal Crutchlow. Vinales merupakan pemenang berbeda ketujuh dalam tujuh seri terakhir di MotoGP 2016.
"Tujuh pemenang berbeda, ini luar biasa, karena sebelumnya hanya ada empat pemenang: Saya, Dani Pedrosa, Jorge Lorenzo, dan Marc Marquez. Dengan angka itu, jelas sesuatu telah berubah," ucap Rossi.
Terkait penampilan Vinales yang tampil impresif sepanjang akhir pekan di GP Inggris hingga akhirnya meraih kemenangan, Rossi berharap rekan setimnya di Movistar Yamaha musim depan itu tidak tampil bagus di GP San Marino.
"Vinales tampil sangat menakutkan di Silverstone, jadi kami berharap Minggu depan dia bisa tampil sedikit lamban," ujar Rossi.
Vinales yang meraih kemenangan pertamanya di MotoGP, juga memberi Suzuki kemenangan pertama tim pabrikan ada Jepang itu di MotoGP sejak Chris Vermeulen meraih kemenangan di GP Perancis, 20 Mei 2007. (har)