"Evan Dimas berbeda dengan pemain yang saya lihat. Seusianya sudah memiliki banyak pengalaman. Dia seperti titisannya Ansyari Lubis," kata Dedi.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Evan, lanjut Dedi juga memiliki kualitas mumpuni sebagai pengatur ritme permainan tim seperti yang pernah diemban Ansyari. Tak hanya itu, pria kelahiran Surabaya tersebut pantas menjadi anutan pemain muda lainnya.
Evan sempat menimba pengalaman di Spanyol bersama Espanyol B. Sebelumnya, sebelumnya ia juga sempat trial di klub Divisi II Liga Spanyol, UE Llagostera. Namun, ia gagal lolos menembus skuat utama.
Berbeda dengan Evan yang hanya berlatih di klub Spanyol, Dedi sempat menjalani kariernya di Liga Myanmar. Ia menerima pinangan Zeyashwemye FC bertepatan dengan vakumnya kompetisi sepak bola Indonesia.
Penampilan Dedi di Zeyashwemye FC cukup mengesankan sehingga membuat timnas Myanmar tertarik menaturalisasi dirinya. Akan tetapi, Dedi menolak dan memilih untuk tetap menjadi bagian dari Merah Putih.
Perjuangan Dedi tak sia-sia. Kini, ia tergabung dalam skuat Merah Putih yang akan tampil di Piala AFF 2016 yang akan digelar pada 19 November hingga 17 Desember 2016. (jun)