Richard mengklaim sudah mengembalikan formulir dukungannya ke kantor Komite Pemilihan (KP) PSSI di Kantor Pepabri, Jalan Diponegoro. Pengembalian formulir dilakukan beberapa jam sebelum tenggat, Senin (5/9) malam pukul 22.00 WIB.
Meski hanya diusung oleh satu suara, Richard optimistis para anggota PSSI menginginkan perubahan di PSSI seperti yang ia impikan. Salah satunya, ia berharap adanya keterwakilan yang cukup signifikan dari anak-muda yang duduk di PSSI.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Yang jelas, perubahan itu juga menyangkut orang-orang di PSSI. Kalau bisa banyak muka-muka baru yang mengisi di induk organisasi sepak bola nasional."
Richard sendiri berharap langkah pertama untuk memberikan kesempatan kepada anak-anak muda tentu melalui tim Komite Pemilihan PSSI.
Seperti diketahui, tahap penyaringan akan dilakukan Komite Pemilihan PSSI berdasarkan dengan kriteria yang disyaratkan dalam Statuta PSSI.
Richard yang juga mengaku mengelola sekolah sepak bola selama lima tahun itu menilai, pintu pertama ada di Komite Pemilihan PSSI agar calon-calon muda potensial bisa bersaing.
"Setelah melalui Komite Pemilihan dan Komite Banding Pemilihan, ada mekanisme pemilihan di KLB PSSI," ujar Richard.
"Nah, saya berharap di KLB nanti harus ada persaingan sehat di antara para calon Ketua Umum, Wakil Ketua Umum, dan Exco PSSI."
Soal kasus praktik politik uang yang kerap menjadi momok di KLB PSSI, Richard sendiri mengaku fenomena itu sulit sekali dihilangkan.
"Yang jelas kami hanya bisa berharap dan meminta agar cara-cara seperti itu tidak lagi menodai pemilihan saat ini," ucap Richard. (bac)