Namun, tim asuhan Alfred Riedl justru tampil sangat agresif. Tiga gol sudah tercipta hanya dalam waktu 21 menit, dua dari Boaz Solossa dan satu dari Irfan Bachdim.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Jarak antara lini depan dan tengah Indonesia di babak pertama sebenarnya terlihat terlalu jauh. Beruntung kondisi itu tidak dimanfaatkan para pemain Malaysia. Justru tim tamu yang melakukan kesalahan.
Secara keseluruhan, di babak pertama Indonesia tampil apik di setiap lini. Duet Boaz dan Irfan langsung klik meski baru kali pertama main bersama. Di lini tengah, ketenangan Evan Dimas dalam penguasaan bola ikut membantu penampilan apik Indonesia di babak pertama meski jarak antara lini depan dan tengah terlalu jauh.
Beruntung Indonesia tidak menghadapi tim seperti Thailand dan Vietnam yang punya serangan balik mematikan. Malaysia saat ini diperkuat mayoritas pemain muda dan minim pengalaman menyusul empat pemain kunci yang tiba-tiba memutuskan pensiun bulan lalu, termasuk kapten tim Safiq Rahim.
Di belakang duet Rudolof Yanto Basna dan Fachrudin Aryanto tampil luar biasa. Yanto Basna memang beberapa kali melakukan kesalahan yang tidak perlu, beruntung Fachrudin mampu tampil tenang. Fachrudin pantas disebut sebagai salah satu bintang kemenangan Indonesia di laga melawan Malaysia.
Di babak kedua, permainan Indonesia sedikit menurun. Keputusan Riedl menarik Boaz dan Zulham menjadi penyebabnya. Dengan keunggulan tiga gol di babak pertama, Riedl bisa menarik dua pemain kunci tersebut. Riedl juga bisa memberi kesempatan kepada sejumlah pemain untuk menjalani debut.
Dengan keluarnya Boaz dan Zulham, Indonesia lebih bermain dengan formasi 4-3-3. Lerby Eliandry ditemani Evan Dimas dan Andik di lini depan. Sementara Bayu, Ichsan Kurniawan, dan Irsyad Maulana di lini tengah.
Di babak kedua Indonesia memang memiliki sejumlah peluang. Tapi, peluang itu datang bukan dari pola permainan yang rapih. Babak kedua justru lini pertahanan Indonesia yang lebih banyak diuji.
Untuk menilai Andritany Ardhiyasa di bawah mistar gawang, cukup dari penyelamatan pentingnya di menit-menit akhir laga. Kiper Persija itu mampu menggagalkan peluang Malaysia setelah Dedi Gusmawan melakukan blunder.
Secara keseluruhan Timnas Indonesia tampil oke saat menghadapi Malaysia, mengingat persiapan mepet dan jangka waktu absen di sepak bola internasional. Perlu diingat juga, Riedl tidak bisa leluasa memilih pemain untuk pertandingan ini, setelah hanya bisa memilih maksimal dua pemain dari masing-masing klub Indonesian Soccer Championship (ISC).
Ke depannya, jika Riedl bisa memilih pemain lebih bebas dan diiringi dengan persiapan yang matang, maka Indonesia bisa menatap ajang Piala AFF 2016 penuh percaya diri. (har)