Ia mengaku bakal terus memperjuangkan haknya dan bertekad menemui Presiden RI Joko Widodo untuk mengungkap fakta sebenarnya.
Istilah Sepak Bola Gajah mendadak populer disematkan kepada PSS Sleman dan PSIS Semarang yang sengaja merekayasa hasil pertandingan pada 26 Oktober 2014.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Komisi Disiplin PSSI kemudian memberikan hukuman berat larangan berkecimpung di sepak bola seumur hidup bagi setiap individu yang terlibat.
Heri mengklaim tidak bersalah karena instruksi gol bunuh diri bukan datang darinya. Namun, PSSI tak bergeming dan tetap melayangkan sanksi tegas.
Rapat Komite Eksekutif (Exco) PSSI di Solo, Selasa (6/9), memberikan 'pengampunan' terhadap sejumlah klub yang dianggap bermasalah. Namun, tidak bagi klub dan pemain yang terlibat dalam insiden Sepak Bola Gajah.
Keputusan yang diambil PSSI dianggap Heri tak adil. Apalagi sejumlah pelaku sudah mengungkapkan fakta si pemberi instruksi di lapangan.
"Saya rasa itu tidak adil. Bahkan atas dasar apa PSSI menghukum saya terlalu berat. Jelas-jelas saya tidak bersalah," kata Heri ketika dihubungi CNNIndonesia.com.
Mantan pemain timnas Indonesia era 80-an itu mengaku akan terus memperjuangkan haknya. Bahkan, ia bertekad untuk menemui Presiden RI Joko Widodo untuk mengungkap fakta sebenarnya. "Tentu saya akan terus melawan karena saya memang tidak bersalah. Kalau perlu ke Presiden (Joko Widodo)." (jun)