Medali tersebut merupakan pencapaian tertinggi Widiasih setelah kurang lebih delapan tahun ia bergelut di dunia angkat beban. Atlet 23 tahun itu hanya berhasil melakukan satu angkat dari tiga kesempatan.
Angkatan pertama seberat 95 kg gagal di kesempatan pertama, tapi berhasil ia angkat di kesempatan berikutnya. Di kesempatan terakhir Widiasih mencoba menambah beban menjadi 100 kg, tapi gagal mengangkatnya.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menteri Pemuda dan Olahraga Republik Indonesia, Imam Nahrawi, pun mengucapkan selamat untuk Widiasih yang telah merebut medali pertama untuk Indonesia.
Widiasih lahir dan dibesarkan di Karangasem, Bali. Kedua kakinya lumpuh ketika ia berusia empat tahun, sehingga harus menggunakan kursi roda mulai saat itu. Medali pertamanya ia dapat pada 2008 ketika dia memenangkan sebuah medali perunggu dalam ajang ASEAN ParaGames di Nakhon Ratchasima, Thailand.
Medali perak dalam ASEAN ParaGames di Kuala Lumpur, Malaysia, pada 2009 menjadi prestasi bergengsi kedua yang diraih Widiasih. Ia juga pernah menyabet medali perak pada Kejuaraan Dunia 2014 di Dubai dan medali perunggu pada Asian Para Games 2014.
Sumbangan medali Widiasih menempatkan Indonesia berada di peringkat ke-35 dari 38 negara dalam klasemen sementara perolehan medali.
Indonesia sendiri mengirimkan sembilan atlet dari empat cabang olahraga dalam Paralimpiade tahun ini, yang masih berlangsung hingga 18 September mendatang. (har)