Ibrahimovic tentu tidak akan melupakan masa pahit di Barcelona yang dipimpin Guardiola pada musim 2009/2010. Setelah meroket bersama Inter Milan, striker asal Swedia itu lebih sering dicadangkan Guardiola.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Messi memang punya kualitas mumpuni. Namun, Guardiola sebelumnya lebih sering mengandalkan Messi sebagai penyerang sayap ketimbang dimainkan sebagai striker murni yang notabene milik Ibra.
"Saya masuk ke ruang ganti dan menendang kotak tempat kostum. Saya benar-benar hilang kendali, dan saya mengharapkan respons dari Guardiola. Tapi, dia hanya seorang pengecut. Dia mengambil kotak tempat kostum itu dan pergi tanpa kata-kata," ungkap Ibra dalam bukunya.
Satu musim berselang, Ibra memilih dipinjamkan ke AC Milan ketimbang bertahan lebih lama duduk di bangku cadangan Blaugrana. Musim berikutnya Ibra dipermanenkan Milan dan sukses mengemas 28 gol dari 32 laga.
Karier Ibra kembali melesat ketika membela Paris Saint-Germain selama empat musim (2012-2014). Namun ia memilih berlabuh ke Manchester United atas bujukan pelatih idolanya, Jose Mourinho.
Kini, Ibra akan berhadapan dengan Guardiola yang kini melatih Manchester City. Striker 34 tahun itu tentu berhasrat melakukan 'balas dendam' kepada Guardiola dengan mencetak gol sebanyak mungkin pada derby Manchester di Old Trafford, Sabtu (10/9). (har)