Namun, tembakan Okazaki di luar kotak penalti masih melambung di atas mistar gawang Liverpool yang dikawal Simon Mignolet.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menerima umpan dari James Milner, Firmino sukses melakukan penetrasi ke dalam kotak penalti dan mengakhiri dengan tembakan mendatar yang tak mampu dijangkau Kasper Schmeichel.
Konsentrasi permainan Leicester semakin berantakan setelah Liverpool sukses menggandakan keunggulan lewat gol cantik Sadio Mane di menit ke-31.
Jamie Vardy sukses memperkecil ketinggalan lewat gol mudah di menit ke-38. Berawal dari blunder Lucas Leiva yang ingin membuang bola, namun bola justru mengarah kepada Vardy yang telah berada di depan gawang.
Leicester mencoba bangkit di babak kedua dengan meningkatkan tempo permainan. Namun, upaya mereka selalu kandas di kaki barisan pertahanan disiplin Joel Matip dkk.
"Kami mencoba tampil lebih baik di babak kedua, tapi segala upaya yang dilakukan Liverpool lebih baik. Kami menciptakan beberapa peluang, tapi sedikit tak beruntung," tutur Ranieri.
Asa Leicester untuk mengejar ketinggalan pupus setelah The Reds sukses memperbesar keunggulan lewat Adam Lallana di menit ke-56.
Meski memiliki sejumlah peluang, namun "Si Rubah" tak mampu mencetak gol balasan lagi. Tuan rumah akhirnya menutup kemenangan mutlak 4-1 lewat aksi Firmino di menit ke-89. (jun)