Di antara sejumlah nama tersebut, dua juru taktik yang cukup berkesan baginya. Mereka adalah Jose Mourinho yang kini menangani Manchester United dan Zinedine Zidane yang mulai jadi pelatih Madrid sejak pertengahan musim lalu.
Pemain timnas Portugal itu pun menilai, Zidane dan Mourinho punya keunikan yang menarik terlepas dari kualitas mereka.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Mereka berbeda nyaris berlawanan. Yang satu (Zidane) adalah pria baik-baik, dan satu lagi (Mourinho) sebaliknya," ujar Pepe sembari tertawa, seperti dikutip AS.
"Zidane baru saja memulai kariernya sebagai pelatih musim lalu sehingga Anda tentu tak bisa membandingkan mereka dari pengalamannya."
"Namun, Zidane pernah menjadi pemain dan sangat mengerti yang dibutuhkan para pemainnya. Ia tahu cara berpikir kami," ujar Pepe.
Salah satu yang menurutnya membuat suasana tim kondusif adalah dengan tidak banyak mendatangkan pemain musim ini.
Bukan hanya membandingkan Zidane dan Mourinho, Pepe juga tak pernah meragukan kehebatan rekan setimnya, Cristiano Ronaldo.
"Cristiano adalah yang terbaik karena saya sangat mengenalnya. Ia membuktikannya sejak kali pertama berada di sini (Madrid) dan sejak saat itu selalu mencetak gol. Ia selalu membantu kami, begitu juga di timnas (Portugal)," terang Pepe.
Pemain berusia 33 tahun itu pun berharap bisa mengakhiri kariernya di lapangan bersama Los Blancos. Pepe juga tak mempermasalahkan apabila hanya akan mendapat perpanjangan kontrak selama setahun. (bac)