"Saya rasa di babak pertama terdapat momen krusial yang menentukan hasil laga ini. Kami tertinggal 0-1 dan memiliki kesempatan emas untuk menyamakan kedudukan."
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Meski Dembele gagal, Rodgers tak menyalahkan sang pemain. Rodgers menilai kegagalan penalti itu lebih disebabkan oleh penampilan gemilang Marc-Andre ter Stegen.
Setelah kegagalan penalti itu, Barcelona mampu mengakhiri babak pertama dengan keunggulan dua gol. Masuk ke 45 menit terakhir, Barcelona berpesta dengan menggelontorkan lima gol tambahan.
Rodgers pun tak luput mengingatkan bahwa timnya baru saja menjalani laga berat di kompetisi domestik menghadapi musuh abadi Glasgow Rangers. Akhir pekan lalu, Celtic mampu menaklukkan Rangers dengan skor telak 5-1.
"Saya rasa di babak kedua kaki para pemain kami sudah mulai kelelahan. Kami berusaha keras di akhir pekan lalu untuk mendapatkan kemenangan fantastis (atas Rangers)."
"Tentu saja akan sangat sulit bagi kami untuk menghadapi tim dengan penguasaan bola terbaik di dunia (usai laga lawan Rangers)," kata Rodgers.
Rodgers yakin kekalahan telak ini juga tak bakal membuat mental pemain Celtic runtuh. Sebaliknya, Rodgers optimistis para pemainnya telah mendapatkan pelajaran berharga.
"Banyak hal yang bisa dipelajari oleh tim kami dari laga ini, baik dalam hal teknik, kualitas, dan banyak hal lainnya."
"Tidak perlu ada rasa malu berlebihan karena kami kalah di hadapan tim yang lebi baik. Meskipun demikian, kekalahan seperti ini tentu saja tak akan pernah menyenangkan," ucap mantan manajer Liverpool ini. (ptr)