"Makassar sudah siap menjadi tuan rumah KLB PSSI untuk masa depan sepak bola yang lebih baik. Kami berjanji untuk bersikap netral dan tidak ada upaya penggiringan suara," kata Sumirlan ketika dihubungi CNNIndonesia.com, Rabu (14/9).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Erwin, lanjut Sumirlan, memang tercatat sebagai pemilik saham terbesar PT PSM. Namun, bukan berarti lokasi penyelenggaraan KLB PSSI akan menentukan jumlah suara terbanyak.
Sumirlan yang juga mantan pesepak bola nasional mengimbau kepada pemilik suara untuk tegas dalam menentukan pilihan. Namun, semua pihak harus tetap bersatu setelah KLB PSSI usai.
"Pertarungan hanya di Kongres saja. Siapapun yang menang harus kita dukung bersama. Tidak boleh ada lagi pecah-belah. Kasihan sepak bola negeri ini kalau terus menerus bermasalah."
Terkait soal imbauan Menteri Pemuda dan Olahraga Imam Nahrawi yang meminta lokasi KLB PSSI dipindahkan ke Yogyakarta, Sumirlan mengaku tak sependapat.
"Hinca Pandjaitan (Plt Ketua Umum PSSI) dan Azwan Karim (Sekjen PSSI) sudah melakukan peninjauan lokasi dan mereka sudah setuju. Makassar sudah siap menggelar KLB."
"Jadi, saya kira tidak perlu lagi mempermasalahkan lokasi. Karena yang penting adalah semangat untuk melakukan perubahan. Mari kita kawal bersama KLB PSSI nanti," ujar Sumirlan.
(jun)