Data yang dicuri itu menunjukkan bahwa Williams bersaudari mengonsumsi zat-zat yang dilarang WADA untuk alasan medis. Demikian pula dengan Biles yang dituduh mengonsumsi stimulan psikologis. Biles lewat akun Twitter-nya kemudian menjelaskan bahwa ia terpaksa menggunakan zat tersebut untuk mengobati sakit Attention Deficit Hyperactivity Disorder (ADHD) sejak kecil.
Agensi Anti-Doping Amerika Serikat (USADA) telah mengeluarkan pernyataan, atlet-atlet AS yang integritasnya dipertanyakan sebenarnya telah mendapatkan izin untuk mengonsumsi zat-zat tertentu, dan tidak ada dari mereka yang melanggar aturan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Data-data TUE inilah yang dicuri para peretas dan mereka menyebut hal itu sebagai "lisensi untuk menggunakan doping".
Dalam jejak yang ditinggalkan di situs WADA, para peretas juga mengaku bekerja sama dengan Anonymous, kelompok peretas global. Sebelumnya, Anonymous dan Hacker tak pernah bekerja sama.
Pencurian data doping ini disebut sebagai aksi pembalasan setelah WADA menetapkan seluruh atlet atletik dan angkat besi Rusia tak boleh berkompetisi di Olimpiade 2008 karena terbukti positif menggunakan doping.
Dmitry Peskov, juru bicara presiden Rusia Vladimir Putin, menegaskan bahwa mereka sama sekali tidak terlibat dalam aksi peretasan. "Sederhananya, kami tak mungkin terlibat," kata Peskov.
WADA mengatakan serangan itu adalah upaya untuk mendiskreditkan sistem anti-doping global.
(kid)