Pemecatan Di Canio itu sendiri disebabkan dia memamerkan tato fasisnya saat siaran langsung. Pria berusia 48 tahun itu pun segera mendapatkan surat pemecatan pada Rabu (14/9) malam waktu setempat.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Seperti dilansir dari Football-Italia, menunjukkan dukungan terhadap fasisme adalah tindakan kriminal di Italia. Hal itu pun telah diatur dalam konstitusi negara tersebut.
Di Canio sendiri bukan kali ini terganjal masalah karena persoalan fasisme. Pada 2005 silam, saat masih membela Lazio di Serie A, dia mendapatkan sanksi larangan bertanding satu laga karena merayakan gol sambil memberi hormat ala fasis—meluruskan tangan kiri—ke arah suporter Lazio.
Kemudian pada 2013 silam dia telah membuat Menteri Luar Negeri Inggris kala itu David Miliband mundur dari dewan direksi Sundeland. Penyebabnya adalah Miliband tak setuju dengan penunjukan Di Canio sebagai juru taktik klub tersebut karena dukungan sang bintang terhadap fasisme.
Dan, seperti dikutip dari Mirror, terkait insiden terakhir yang mengaitkannya dengan fasis, Di Canio mengklarifikasi, “Saya bukan politikus, saya tidak terkait dengan organisasi apapun, bukan seorang rasis, dan juga tak menyebaran ideologi fasisme, saya menghormati semua orang.”
(kid)