Menurut salah satu pebalap Formula 1 dari tim McLaren Honda Jenson Button, cara mendongkrak segmen penonton dengan terus merambah kepada potensi rata-rata usia muda.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Apakah Anda pernah lihat tentang film masa depan tentang seperti apa orang-orang nanti? Itulah yang terjadi tadi malam di mall. Semua orang mondar-mandir demi satu hal, Anda tahu kenapa? Pokemon."
"Saya bahkan tidak tahu apa yang Anda lakukan dengan permainan itu. Apakah Anda bisa memenangkan uang atau hadiah?" ketus Button.
"Coklat? Anda melakukannya hanya untuk coklat, bukan? Ayolah! Apakah Formula 1 tidak semenarik itu lagi? Seharusnya bisa, saya rasa begitu."
Meski demikian, ia optimistis Liberty Media merupakan profil yang tepat untuk lebih 'meremajakan' Formula 1.
"Dari apa yang saya lihat, mereka (Liberty Media) memang tertarik untuk merambah penonton usia muda, termasuk di olahraga, dan itu yang dibutuhkan," ungkap Button.
"Usia rata-rata (penonton) memang terlalu tinggi jika melihat ada sejumlah pebalap berusia 18 tahun di sirkuit. Mungkin rata-ratanya sekitar 30-an atau awal 40 tahun. Itu yang harus diubah."
Menurutnya, ingar-bingar di F1 di GP Singapura pun mulai surut tak seperti tahun-tahun sebelumnya. Seri lanjutan F1 musim ini rencananya akan dilakukan di Singapura, Minggu (18/9). (jun)