"Tentang bonus atlet, saya kira bonus ini jangan dipandang negatif tapi dipandang positif. Bonus inilah salah satu dorongan supaya atlet berprestasi. Bahwa bonus tersebut masih dirahasiakan, ya tentu itu strategi masing-masing kontingen."
"Sampai sekarang belum ada satu pun (kontingen) yang mengungkapkannya (bonus). Insya Allah besar nilainya dan tidak melanggar ketentuan yang ada," kata Aher.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Bayangkan, saya melihat teman-teman atlet di tempat latihan. Saya lihat atlet judo, renang, karate, wushu, senam, dan semua atlet lainnya berlatih setiap saat untuk mencapai prestasi terbaik," tutur Aher.
Apalagi, menurutnya melalui PON inilah sarana utama para atlet nasional untuk menunjang kehidupan mereka yang lebih baik.
"Kami hargai dengan baik salah satunya dengan bonus. Dan lain-lainnya ke depan kami harus mulai menata bagaimana menyelamatkan dan memberikan penghargaan yang layak untuk masa depan para atlet," katanya.
Aher berharap agar mendatang BUMN dan BUMD dapat turut memberikan bantuan nyata kepada para atlet tersebut.
"Mungkin BUMD, BUMN, dapat mempekerjakan mereka secara profesional. Di PNS pun bisa mempekerjakan mereka secara profesional. Dengan cara seperti itu maka atlet hari ini masa depannya akan terjamin," ucapnya. (bac)