Sejak pukul 07.00 WIB, Yusri mengatakan pasukan keamanan yang terdiri dari Polri, TNI, Dishub, Satpol PP, Damkar, dan SAR, sudah berada di kawasan GBLA.
Pengamanan juga dilakukan secara berlapis demi menjamin keamanan dan kenyamanan selama pembukaan PON tersebut.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Lebih lanjut, Yusri menerangkan ada lima tempat parkir yang disediakan untuk pengunjung selain VVIP. "Lima kantung parkir tersebut ada di Sumarecon, Peti Kemas, halte bus sekolah dekat GBLA, halte bus Bhineka, dan jalur lambat Soekarno Hatta," katanya menambahkan.
Berdasarkan pantauan CNNIndonesia.com, sistem keamanan masuk stadion cukup ketat. Pengunjung tidak diperkenankan membawa makanan dan minuman ke dalam stadion, dan harus melewati pintu deteksi logam.
Hal ini menyebabkan antrian masuk stadion mengular karena membutuhkan waktu kurang lebih satu sampai dua menit untuk memeriksa satu orang pengunjung.
Keamanan yang ketat ini menurut Yusri dibutuhkan agar acara pembukaan dapat terbebas dari ancaman teroris, pencurian, dan copet.
Apalagi beberapa pejabat pemerintahan seperti Walikota Bandung Ridwan Kamil, Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan, bahkan Presiden RI Joko Widodo dikabarkan akan hadir.
Yusri pun memperkirakan di malam puncak pembukaan akan ada 35 sampai 45 ribu pengunjung di luar panitia dan kontingen atlet. "Semoga acara ini dapat terlaksana dengan aman dan ramai," ucapnya.