Pada musim lalu, Rossi dan Lorenzo beberapa kali perang kata di akhir musim, dan adu mulut antara keduanya kembali terjadi di pertengahan musim ini. Lorenzo menuduh gaya balap Rossi membahayakan dirinya dan perang pun kembali dimulai.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Para suporter Ducati sangat antusias dengan saya. Saya merasakan hal itu di media sosial dan juga tim mereka di paddock saat ini."
Lorenzo sendiri memilih untuk tidak mengubar terlalu banyak harapannya bersama Ducati. Ia menilai dirinya masih harus menghormati Yamaha.
"Saya memilih untuk tetap fokus pada musim ini. Saya ingin menjadi sosok profesional yang berusaha menyelesaikan kontrak dengan hasil terbaik," ucap pebalap asal Spanyol ini.
Keputusan pindah ke Ducati musim depan juga diiringi oleh perpisahan Lorenzo dengan kepala mekanik, Ramon Forcada.
"Kami berdua memiliki mental yang kuat. Kami banyak berdiskusi dan juga tentu saja bertengkar. Satu hal yang pasti, kami telah menjadi juara dunia MotoGP bersama."
"Tentu saja saya sangat merindukan momen bahagia bersamanya, namun saya yakin tim baru juga memiliki sisi positif," ujar Lorenzo.
(kid)