Dangote yang dilaporkan memiliki kekayaan sekitar 10,9 miliar dolar AS itu bahkan menyatakan bersedia menggelontorkan uang untuk mengambil alih kepemilikan Arsenal dari Stan Kroenke.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Namun, krisis tersebut tak membuat pria berusia 59 tahun itu mengendurkan ambisinya untuk membeli Arsenal.
"Mungkin tiga atau empat tahun mendatang," ungkap Dangote kepada Bloomberg TV dikutip dari Soccerway. "Isunya saat ini kami sedang mengalami lebih banyak kendala. Saya harus menyingkirkan itu dulu, kemudian baru bisa fokus untuk yang satu ini (Arsenal)."
Dangote yakin sukses dalam bisnisnya juga akan membantu mengubah peruntungan Arsenal setelah masa-masa stagnan di Korenke sebagai pemilik.
Ini bukan soal membeli Arsenal dan meneruskan bisnis seperti biasa. Ini tentang membeli Arsenal dan mengubahnya," ucap Dangote.
"Saya telah sukses menjalankan bisnis dan saya rasa bisa sukses pula mengelola klub. Namun untuk saat ini dengan proyek 20 miliar dular AS di depan mata, kami tak bisa melakukan kedua-duanya."
Kroenke yang kepemilikan sahamnya naik jadi 67,05 persen Mei lalu, banyak dikritik fan Arsenal karena kekurangan ketertarikan dalam menjalankan roda bisnis klub.
Selain Kroenke, 30,04 persen saham menjadi milik pengusaha Rusia Alisher Uzmanov. Ia pun menolak kabar bahwa dirinya akan melepas saham miliknya karena menurutnya Arsenal merupakan investasi jangka panjang. (kid)