"Iya, baru hamil satu bulan. Saya lega sudah menyelesaikan tugas dengan baik dengan emas ini," kata Dwiyanti setelah menerima kalungan medali seperti dilansir Antara.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Bukan lawan tanding yang berat bagi kami. Yang paling berat adalah mengalahkan diri sendiri karena kadang kami bosan dan jenuh, itu yang harus kita lawan. Kami sudah berjuang bersama sejak 2005, saling yakin satu sama lain adalah faktor penting," kata Dwiyanti.
Di nomor seni beregu putri, pasangan pesilat Jawa Timur dan Jawa Barat mendapatkan total skor yang sama: 569. Untuk menentukan siapa peraih medali perak para juri melihat nilai unsur teknik serang bela dari kedua pasangan.
Pasangan pesilat Jatim Annika Alfiani Zaita dan Widjayanti Ratu Ningrat keluar sebagai runner-up setelah memiliki skor unsur teknik serang bela 230, satu angka lebih tinggi dari pasangan pesilat Jabar.
Ririn Rinasih dan Riska Hermawan dari Jabar oleh karena itu harus legowo dengan medali perunggu di peringkat ketiga. Cabang pencak silat PON XIX masih menyisakan 15 medali emas yang akan diperebutkan pada nomor tanding perorangan putra dan putri Edy Supriyadi (har)