Sagna pun ingin mengingatkan kepada para pemain bagaimana masa-masa indah musim lalu menjadi pengalaman getir pada akhirnya. Musim ini, ManCity sukses menyapu bersih kemenangan dalam 10 laga di semua kompetisi, termasuk di antaranya pada enam laga di Liga Primer Inggris. Pada laga terakhir, ManCity mengalahkan Swansea City 3-1.
Musim lalu pun The Blues meraih lima kali kemenangan beruntun tanpa ada sebiji gol pun yang bersarang. Namun, skuat yang kala itu diarsiteki Manuel Pellegrini harus puas berada di posisi keempat klasemen terakhir Liga Primer Inggris.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
“Kami harus terus mengingat hal itu dan tetap bekerja keras sebagai tim. Di lapangan, semangat yang luar biasa dari semuanya.”
Sagna juga memuji permainan luar biasa rekan setimnya, terutama Sergio Aguero setelah mencetak dua gol melawan Swansea City. Aguero kini telah mengoleksi 11 gol dari enam kali berlaga di Liga Primer Inggris.
Berbeda dengan Sagna, sang manajer tim Pep Guardiola rupanya masih belum puas dengan torehan strikernya itu. Kendati demikian, Sagna melihat tak ada yang salah dengan Aguero.
“Ia (Aguero) adalah salah satu pemain terbaik yang pernah bermain bersama saya, bukan karena ia mencetak banyak gol, tapi karena sikapnya yang bagus. Ia selalu memberikan yang terbaik untuk timnya dan mengangkat tim,” beber Sagna.
“Dua golnya (ke gawang Swansea) menunjukkan kelasnya. Ia memiliki keinginan yang tak terbendung di depan maupun dalam kotak penalti. Ia sangat hebat.” (bac)