Salah satu skenario yang bisa membuat Rossi menjadi juara dunia musim ini adalah, pebalap asal Italia itu harus selalu meraih kemenangan di empat seri tersisa dengan Marquez harus terlempar dari posisi empat besar.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Setidaknya dari sisi statistik hal itu akan sulit, bahkan mustahil, untuk terjadi. Melihat perbandingan performa Rossi dengan Marquez di empat seri terakhir musim sejak 2013, The Baby Alien unggul daripada The Doctor.
Total sejak musim 2013, Rossi meraih tujuh podium di seri empat seri terakhir. Sementara Marquez total meraih delapan podium, termasuk tiga kemenangan di GP Malaysia dan GP Valencia (musim 2014) dan GP Australia musim lalu.
Keajaiban juga sulit didapat Rossi, seperti mengharapkan Marquez cedera dan absen di sejumlah seri tersisa musim ini. Pasalnya, sejak melakoni debut di ajang Grand Prix pasca-2008, Marquez tidak pernah absen balapan karena cedera.
Musim ini Marquez juga konsisten di atas trek. Pebalap 23 tahun itu tidak pernah gagal finis. Bahkan ketika sempat terjatuh di GP Perancis, Marquez tetap mampu meneruskan balapan dan finis di posisi ke-13.
Langkah Rossi dalam perebutan gelar juara dunia MotoGP musim ini juga jauh lebih berat dari yang dilakukan Jorge Lorenzo. Musim lalu, Lorenzo bisa menggeser Rossi di puncak klasemen di seri terakhir setelah hanya tertinggal 14 poin usai balapan di Aragon.
Bahkan Lorenzo semakin tertinggal dari Rossi usai balapan GP Jepang menjadi selisih 18 poin. Tapi, kesalahan Rossi di GP Malaysia membuat pebalap asal Italia itu start dari posisi belakang di GP Valencia dan kehilangan gelar juara dunia.
"Dengan tertinggal 43 poin saja situasinya sudah sulit, dan sekarang jauh lebih sulit dengan tertinggal 52 poin," ujar Rossi usai balapan di Aragon seperti dikutip dari Crash.net. (vws)