“Saya bangga bisa tinggal di Indonesia. Untuk mengenal Indonesia, dan memperkenalkannya kepada dunia, lewat bersepeda merupakan cara terbaik guna melakukannya,” kata Moeller saat ditemui wartawan di kawasan Senggigi, Lombok, Nusa Tenggara Barat, Sabtu (1/10).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
“Siapapun boleh ikut, tetapi harus yakin bisa,” kata Fluhme mengenai ajang balap sepeda yang sebetulnya kali pertama digelar di Italia pada 1970 silam.
Ia mengatakan gelaran GFNY kali pertama mereka laksanakan di New York pada 8 Mei 2011 setelah memikirkan konsepnya sejak 2010 silam. Kesuksesan menggelar GFNY di New York, lanjutnya, menambah momentum para pesepeda dari negara-negara lain untuk merasakan pengalaman dalam ajang GFNY.
Ketua Umum PB ISSI Raja Sapta Oktohari pun menyambut positif gelaran GFNY Indonesia. Sebab, even ini selaras dengan kegiatan PB ISSI yang ingin memasyarakatkan kembali sepeda agar memunculkan atlet-atlet elite.
Raja sendiri akan turun di nomor 80 km GNFY Indonesia. "Saya harus mendampingi Gubernur NTB dan Jateng makanya memilih 80 km. Yang terpenting, saya bisa finis karena ini bukan perlombaan," ucap Okto.
"Hobi saya itu bersepeda. Saya menikmati GFNY, meskipun saya lebih menikmati menunggangi sepeda cross country daripada road," tutur pria yang menjadi Chief de Mission Kontingen Indonesia dalam ajang Olimpiade 2016 lalu. (jun)