Ada tiga hal yang akan masuk dalam agenda yakni laporan pertanggungjawaban kepemimpinan PBSI 2012-2016, sidang-sidang komisi yang menentukan landasan garis besar program 4 tahun mendatang, serta pemilihan ketua dan kepengurusan baru.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kami sudah merencanakan untuk 2016-2020, tetap Pak Gita jadi ketua umum lagi. Dengan emas yang didapat pada Olimpiade kemarin, maka kami tidak ragu-ragu, sebanyak 21 Pengprov memberikan dukungan kepada Pak Gita," kata ketua Pengorov PBSI Aceh, T. B. Herman, dalam acara ramah tamah usai Rapat Pleno di The Sultan Hotel.
"Pengurus pusat selama ini memberikan dukungan ke daerah. Seandainya Pak Gita masih duduk di PBSI sebagai ketua, harapannya hal baik yang sudah ada agar dipertahankan dan kalau bisa ditingkatkan."
"Kami tak mau ketua yang terpilih nanti lebih jelek prestasinya daripada Pak Gita," ucap Agus Bambang selaku Sekretaris Umum Pengprov PBSI Kepulauan Riau.
Sementara itu Gita pun menyambut baik dukungan tersebut. Sejak kepulangan rombongan bulutangkis Indonesia dari Brasil beberapa waktu lalu, Gita secara terang-terangan menyatakan keinginannya untuk kembali maju dalam pencalonan ketua PBSI periode 2016-2020.
Sejauh ini belum ada nama lain yang terdengar selain Gita untuk bersaing di bursa pemilihan akhir bulan ini.
"Yang dapat saya katakan untuk ucapan/dukungan adalah ucapan terima kasih. Tapi yang terpenting adalah Munas bisa berjalan lancar dan saya yakin Jatim sangat siap untuk menyelenggarakannya," ujar Gita.
Rencananya pendaftaran bakal calon ketua umum dan pengurus baru PBSI dibuka pada 15 sampai 27 Oktober. Data-data yang masuk kemudian akan diverifikasi hingga 30 Oktober. (ptr)