Hal ini ia ungkapkan menanggapi kritik bahwa acara yang melibatkan negara-negara dari lima benua tersebut minim promosi.
"PON saja gaung (awal) tidak terlalu besar, tapi begitu terjadi kan lumayan hasilnya. Nah, kami harapkan juga sama. TAFISA Games mungkin gaungnya belum terasa di masyarakat, tapi setelah ini terjadi (pembukaan), mudah-mudahan masyarakat akan melihat bahwa ini adalah kegiatan yang luar biasa karena menyangkut masyarakat dan pelakunya masyarakat yang gemar olahraga, bukan atlet," kata Hayono dalam sesi konferensi pers, Rabu (5/10) sore.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Dengan dana yang relatif murah, kami berusaha menampilkan yang terbaik untuk Indonesia. Pencairan dana pun lancar, hanya memang juga terkena pemotongan anggaran beberapa waktu lalu," katanya menambahkan.
TAFISA World Games 2016 sudah akan dimulai besok pagi, sementara acara pembukaan akan di Pantai Carnaval ABC Mall pada Sabtu (8/10) malam. Presiden RI Joko Widodo rencananya akan membuka acara tersebut.
Hingga berita ini diturunkan, tercatat sudah ada 87 negara yang konfirmasi hadir dalam TAFISA Games 2016 di Taman Impian Jaya Ancol, Jakarta.
Hayono mengabarkan, Malaysia, China, dan Denmark sudah tiba di Indonesia dan puncak kedatangan negara-negara lain adalah Kamis (6/10). Sementara untuk peserta dalam negeri, Hayono mengonfirmasi sudah ada 29 provinsi yang terdaftar.
Sampai hari ini, Hayono merasa segala persiapan sudah cukup baik, meski ada juga venue yang mesti dibenahi ulang seperti Street Soccer.
"Tribun street soccer primitif, bisa rubuh. Kami minta dibongkar, karena bisa menimbulkan kecelakaan. Walaupun ini olahraga masyarakat, bukan berarti venue-nya di bawah standar internasional," ucapnya.
Kendati begitu, Hayono optimistis segala sesuatunya dapat selesai tepat waktu dan pada akhirnya penyelenggaraan sukses. "Tidak hanya venue siap, tapi panitia harus memastikan memberikan pelayanan terbaik kepada peserta dan pengunjung TAFISA 2016," ujarnya.
(vws)