"Jika semua informasi yang didengar dan beredar itu benar, maka hal tersebut bisa dikategorikan dalam sikap tak menghormati," kata Guendogan seperti dikutip dari Mirror.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Dia bukan sekadar pemain biasa dan juga tidak lagi berumur 18 atau 19 tahun."
Guendogan sendiri bisa dibilang mendapat keuntungan dari keputusan Schweinsteiger yang mundur dari 'Tim Panser' Jerman. Dengan demikian Guendogan mendapatkan kesempatan lebih besar untuk tampil di tim inti.
"Saya percaya bahwa saya bisa mendapatkan posisi di tim inti sebelum Schweinsteiger pensiun. Namun saya tak akan mengatakan apakah pensiunnya Schweinsteiger berdampak positif atau negatif."
"Saya hanya bisa berkata bahwa Jerman seharusnya merasa bangga karena bisa memiliki pemain seperti dia," kata Guendogan.
Bukan hanya Guendogan, bek Jerman yang bermain di Arsenal, Per Mertesacker juga bersimpati pada nasib Schweinsteiger.
"Sungguh Schweinsteiger mengalami nasib sial karena bergabung ke klub yang berganti manajer dan sang manajer baru tak menginginkannya."
"Hal seperti itu bisa terjadi di dunia sepak bola. Saya berharap yang terbaik untuknya," ucap Mertesacker. (ptr/har)