Mantan penyerang Real Madrid dan Napoli itu menjadi salah satu bomber tersubur di Serie A, Italia. Musim lalu Higuain menjadi pencetak gol terbanyak Serie A dengan torehan 36 gol dari 35 penampilan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kini, tanpa kehadiran Messi yang cedera, Pelatih Argentina Edgardo Bauza berpeluang mengangkat Higuain ditemani Aguero.
Namun, berseragam Biru-Putih, Higuain dikritik karena ketidakmampuannya mencetak gol di tiga laga final kejuaraan mayor.
"Orang-orang mengkritik saya karena gagal mencetak gol dari posisi satu lawan satu, namun saya tidak pernah meragukan diri saya sendiri," ujar Higuain kepada Tyc Sports seperti dikutip dari Four Four Two. "Kita harus tetap melangkah."
Higuain sendiri memiliki torehan yang tak mengecewakan bersama timnas Argentina. Sejauh ini ia telah mencetak 30 gol dan 14 assists dari 63 penampilan. Torehan itu membuat dirinya sebagai pencetak gol terbanyak keenam timnas Argentina sepanjang sejarah.
"Ada yang lebih dari sekedar seorang pesepak bola, saya adalah manusia biasa, dan saya memiliki hak yang sama untuk hidup seperti lainnya. Terkadang kami menderita. Sepak bola adalah hidup saya, tetapi ada yang lebih penting dalam hidup."
Dia pun merasa tak perlu menutup kritik dari orang lain. Masyarakat, kata dia, bebas untuk mengkritik seperti apapun kepada dirinya.
"Orang bebas untuk berbicara apa yang mereka inginkan, dan mengkritik, dan menghina saya jika itu membuat mereka bahagia," kata pria yang memulai karier profesional bersama River Plate pada 2005 silam.
"Anda akan dinilai hebat jika mencetak gol, dan buruk jika tidak. Saya akan selalu yakin dengan diri saya sendiri, dan siapapun yang meragukan saya pun akan selalu [mengkritik]."
Pada, Jumat (7/10) pagi WIB, Argentina akan menghadapi Peru. Setelah itu tim asuhan Bauza itu akan menghadapi Paraguay dalam lanjutan kualifikasi Piala Dunia 2018 zona Amerika Latin.
(bac)