Menurut pantauan CNNIndonesia.com, gelaran TAFISA hingga hari kedua, Jumat (7/10), lebih banyak dihadiri para peserta dan panitia penyelenggara. Tak banyak masyarakat yang hadir untuk menonton.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Imam pun mengakui bahwa salah satu sebab ajang TWG2016 minim pengunjung adalah karena lokasinya yang terletak di Taman Impian Jaya Ancol, Jakarta Utara.
"Maka dari itu harus semakin digencarkan promosinya. Mungkin di setiap gerbang itu semestinya ketika orang masuk harus ada brosur atau sejenisnya, rupanya hal seperti itu tidak dilakukan. Saya kira ini menjadi koreksi kita," katanya menambahkan.
Kendati demikian, Imam yang meninjau langsung ke lokasi penyelenggaraan TWG2016 menilai sudah ada upaya perbaikan yang lebih cepat dari pihak panitia. Ia pun berharap upacara pembukaan pada Sabtu (8/10) malam bisa berlangsung meriah.
"Sudah dipastikan nanti malam Presiden (Republik Indonesia, Joko Widodo/Jokowi) hadir dan membuka TAFISA ini. Tentu temanya 'Unity in Diversity' bahwa ke-bhinekaan itu bukan milik Indonesia, tapi kita dorong jadi milik dunia. Kita bersatu dalam perbedaan, olahraga adalah sarana utk melihat kita tidak berbeda tapi untuk bersatu," ucap Imam.
Imam berharap mendatang masyarakat Indonesia bisa terlibat langsung untuk menyaksikan hebatnya kebudayan serta tradisi masing-masing negara lewat olahraga tradisional yang ditampilkan di TWG2016.
"Semua negara menampilkan olahraga tradisionalnya, serta kesenian dan budaya mereka. Kita juga bersyukur indonesia negara besar yang kaya akan khazanah kebudayaan dan olahraga tradisional," ucapnya. (jun)