Pada tahun anggaran 2016, baru Rp52 Miliar yang diterima oleh INASGOC.
Dalam Rapat Kerja Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) bersama Komisi X DPR-RI, Senin (10/10) pagi, Presiden INASGOC, Erick Thohir, menyebut pihaknya sebenarnya membutuhkan dana sebesar Rp8,691 Triliun hingga 2018.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Dana 8,691 (triliun) itu mulai dari 2016, 2017 dan 2018. Khusus di 2016 saja, kami perlu Rp804,045 miliar, tapi yang baru ada Rp52 miliar, sehingga sisa kekurangannya harus digabungkan ke anggaran 2017," kata Erick kepada CNNIndonesia.com.
"Misalnya sampai Rabu (12/10) keputusan pemerintah menyebut tidak bisa memberikan jumlah anggaran yang kami minta, kami akan menyusun ulang budgeting-nya," jelas Erick.
Terpisah, Wakil Presiden II INASGOC Gatot S Dewa Broto membenarkan bahwa persiapan penyelenggaraan Asian Games 2018 terganggu karena kurangnya anggaran.
Ia mengakui, selama 2016 sudah terjadi dua kali pemotongan anggaran meski atas dasar berbagai pertimbangan. INASGOC melalui Kemenpora tidak mengusulkan APBN Perubahan.
"Rp52 miliar itu sangat kurang sekali. Padahal, di sisi lain, INASGOC punya banyak sekali kebutuhan yang harus segera dipenuhi. Kami tidak punya sekretariat, belum untuk membayarkan Coordination Committee Meeting (CorCoM) kelima sampai pengadaan perekrutan volunteer yang harus dilakukan tahun ini juga," sebut Gatot.
"Kalau semua numpuk di 2017, nanti kesannya banyak sekali. Padahal tidak semudah itu anggaran bisa digandakan," lanjutnya.
Kalaupun nantinya jumlah yang diminta tidak sepenuhnya dikabulkan pemerintah, INASGOC akan mencari solusi bersama dengan Pemerintah untuk meyakinkan Dewan Olimpiade Asia (OCA) di rapat koordinasi kelima (CorCoM), 4-5 November mendatang.
Paling lambat, sebelum CorCoM kelima itu digelar, INASGOC sudah bisa mendapatkan kepastian bantuan anggaran yang akan dikeluarkan melalui APBN.
"Intinya kami tidak akan putus asa. Segala macam cara akan kami lakukan," kata Gatot. (vws)