Kepastian itu didapat Raonic meski langkahnya terhenti di babak semifinal China Terbuka, Sabtu (8/10) kemarin. Raonic memilih mundur di babak semifinal setelah mengalami cedera pergelangan kaki. Seharusnya, dia memainkan melawan wakil Bulgaria, Grigor Dimitrov, di semifinal.
Bagi sang runner up Wimbledon 2016, ini jadi kali kedua dirinya tampil di ATP World Tour Final setelah 2014 lalu. Di 2014, dia jadi petenis Kanada pertama yang lahir di era 90-an yang mencapai ATP World Tour Finals.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Ini adalah musim terbaik saya sejauh ini dan ini jadi sebuah kebanggaan, karena menjadi salah satu dari beberapa petenis yang telah lebih dulu memastikan tempatnya (di O2 Arena, London)," kata Raonic yang kini duduk di peringkat empat dunia tersebut.
Sebelum Raonic, Novak Djokovic telah lebih dahulu memastikan tempat di O2 Arena setelah menjadi petenis yang mengumpulkan poin terbanyak, 10240. Disusul petenis kebanggaan Inggris, Andy Murray yang mengoleksi 8,685 poin.
Petenis asal Swiss, Stanislas Wawrinka menjadi petenis ketiga yang memastikan tempatnya di London dengan perolehan 4,970 poin.
Hampir sebulan jelang ATP World Tour final, empat slot masih tersisa. Keempat tempat tersebut masih diperebutkan Kei Nishikori dari Jepang (4,360), Gael Monfils dari Prancis (3,535), The King of Clay, Rafael Nadal (3,290) serta Dominic Thiem dari Austria (3,205).
Saat ini, tersisa dua turnamen besar sebelum kedelapan petenis terbaik dunia kumpul di London, yakni Shanghai Masters 9-16 Oktober dan Paris Masters 31 Oktober - 6 November. (vws)