Tonny menjelaskan permintaan pemerintah dalam hal ini Kemenpora untuk menggelar Kongres PSSI di Yogyakarta tidak bisa diakomodasi. Pasalnya, permintaan tersebut diajukan kurang dari 40 hari atau delapan pekan jelang kongres.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Saya secara pribadi menyarankan, 'Sudah, apa salahnya kita pindah ke Yogyakarta? Kita kan bermitra dengan pemerintah'. Tapi kemudian diperlihatkan surat dari FIFA, statuta, kalau memindahkan tempat kurang dari 40 hari atau delapan pekan, kita disanksi lagi. Apa mau seperti itu? Jadi terjepit posisinya."
"Paling sial kita ditutup tidak bisa masuk ke ruangan Kongres. Tapi yang penting, kita selamatkan dulu sepak bola ini di hadapan FIFA dan AFC karena kita baru dicabut sanksinya. Kita kalau melawan terus ke FIFA juga tidak bagus," ucap Tonny.
PSSI, dikatakan Tonny, akan terus berusaha melakukan komunikasi dengan Kemenpora untuk mencari jalan keluar terkait perbedaan pendapat lokasi kongres.
"Seluruh permasalahan ini sudah diserahkan melalui Sekjen PSSI ke Kemenpora melalui Pak Gatot S. Dewa Broto (juru bicara Kemenpora). Mudah-mudahan satu atau dua hari ini ada solusi," tegas Tonny yang juga merupakan salah satu calon ketua umum. (har)