Baumann juga menyebut Indonesia sukses dalam menyelenggarakan The 6th TAFISA World Sport for All Games 2016 yang digelar di Jakarta sejak 6-12 Oktober 2016.
"Indonesia adalah harta karun olahraga dan permainan tradisional," ujar Wolfgang dalam konferensi pers penutupan TAFISA Games 2016.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"TAFISA Games 2016 berbeda dengan olahraga prestasi yang mengejar penonton karena yang paling penting adalah antusiasme masyarakat yang datang dari komunitas-komunitas olahraga," ungkapnya.
“Saya sangat terpukau dengan permainan tradisional Indonesia yang mewakili budaya dan persahabatan yang erat,” tuturnya.
Perwakilan pemerintah Portugal Vitor Pataco menyebut sangat sulit untuk menunjuk poin negatif dari penyelenggaraan TAFISA di Indonesia, sehingga Lisbon harus mengadakan acara yang setidaknya sama baiknya dengan Indonesia di 2020 mendatang.
"Kinerja baik Indonesia tersebut menjadi inspirasi persiapan Portugal yang akan melaksanakan The 7th TAFISA Games World Sports for All Games pada 2020 mendatang," ungkap Pataco.
Lanjut Pataco, salah satu hal penting yang menjadi perhatian Lisbon 2020 nanti adalah komunikasi panitia, baik ke delegasi maupun ke media terkait agenda acara. (vws)