Meski demikian, Abdul Rahman mengaku tak berkecil hati dengan tidak dimainkannya di skuat timnas. Menurutnya, empat bek yang dimainkan Riedl pada laga itu merupakan para pemain yang layak diturunkan di skuat inti.
Bahkan, Abdul Rahman memuji kesolidan bek timnas Indonesia. Khususnya di sektor bek tengah yang diisi oleh Yanto Basna dan Fachrudin Aryanto, menurutnya mereka sudah sangat layak menjaga lini belakang.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Begitu pula dua bek sayap timnas yang diisi dua pemain muka baru seperti Abdul Abanda Rahman dan Benny Wahyudi, sangat cocok dengan permainan cepat yang diinginkan Riedl.
"Seharusnya memang begitu. Timnas dibangun bukan untuk satu tahun ini saja, tetapi jangka panjang," ungkap Abdul Rahman.
"Sedangkan saya sudah mendekati usia 30 tahun, mungkin tak bisa bertahan lama dan sudah waktunya regenerasi para pemain."
Meski demikian, bukan berarti Abdul Rahman tak serius membela timnas kendati sudah ada sejumlah nama andalan di timnas.
"Terpenting saya harus berusaha keras memberikan yang terbaik untuk timnas. Saya harus bisa membuktikan kepercayaan yang sudah diberikan pelatih dengan bermain sebaik mungkin," ucap Abdul Rahman.
Bicara soal persaingan di lini belakang, Abdul Rahman pun mengaku tak ingin terlalu berambisi berebut skuat inti.
"Semua keputusan soal pemain yang dimainkan atau tidak, tergantung pelatih. Pelatih yang mengetahui kebutuhan tim dan pemain yang paing siap," tutur mantan pemain Karkatua Dili FC itu. (ptr)