Jika dibandingkan dengan MotoGP Malaysia yang berlangsung di Sirkuit Sepang, para penonton di GP Jepang memiliki kesempatan lebih banyak untuk meminta tanda tangan atau foto bersama pebalap favorit, seperti Marc Marquez, Jorge Lorenzo, atau Valentino Rossi.
Pasalnya, paddock setiap tim peserta MotoGP di GP Jepang tidak memiliki bangunan permanen. Alhasil, lokasi antara paddock atau garasi tim dengan tempat istirahat pebalap menjadi terbuka. Para penonton juga bisa melihat langsung bagian belakang garasi tim.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Meski begitu, para penonton di GP Jepang tergolong tidak ‘liar’ ketika bertemu pebalap favorit mereka. Tidak seperti yang terlihat di GP Malaysia, di mana penonton terbilang lebih ‘liar’ jika bertemu pebalap. Alhasil sang pebalap pun terlihat ingin buru-buru masuk tempat istirahat yang terletak di belakang garasi.
Petugas keamanan bukan hanya menjaga para pebalap, tapi juga memberikan rasa aman bagi penonton. (CNN Indonesia/Haryanto Tri Wibowo) |
Kehadiran petugas keamanan juga sangat penting. Tidak hanya memberi rasa aman kepada pebalap, petugas keamanan juga memberikan rasa aman kepada penonton lainnya yang tidak ingin ‘nimbrung’ dalam usaha meminta tanda tangan atau foto bersama.
Setiap jalan yang menjadi lajur utama penonton berlalu-lalang tertutup oleh penggemar yang berusaha memburu pebalap, sang petugas keamanan akan langsung menegur. Sang petugas keamanan juga selalu membuat lajur kepada penonton yang ingin melintas jika jalannya tertutup.
Bebas namun tertib. Hal itu yang bisa disimpulkan dari pergelaran GP Jepang. Tidak heran jika Jepang disebut sebagai salah satu negara paling disiplin dan tertib di dunia. (vws)
Petugas keamanan bukan hanya menjaga para pebalap, tapi juga memberikan rasa aman bagi penonton. (CNN Indonesia/Haryanto Tri Wibowo)