Perjalanan Marquez bukannya gampang. Ia berhadapan serangkaian masalah saat adanya perubahan pengaturan ban dan elektronik baru.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Musim dingin (Musim lalu) mungkin jadi yang paling sulit dalam karier saya. Banyak pekerjaan yang harus dilakukan," kata Marquez dikutip dari Crash.net.
"Sekarang berbeda (mesin tidak terlalu agresif), jadi lebih halus dan ini membantu saya menjadi sedikit lebih lambat di tikungan. Tapi, kami punya masalah besar dalam percepatan ban sehingga kami kehilangan banyak waktu di sana," ujar pebalap 23 tahun itu.
Di usianya yang terbilang muda, Marquez mengaku telah mengubah banyak gaya membalapnya. Konsistensi jadi hal penting, terutama untuk memenangkan balapan di awal musim demi mengamankan gelar juara dunia di akhir.
"Jika Anda ingin memenangkan kejuaraan ada beberapa tipe balapan, seperti Aragon, di mana Anda harus mengambil risiko, mendorong dan mencoba untuk menang," katanya.
Jelang balapan di Motegi akhir pekan ini, juara dunia MotoGP 2013 dan 2014 itu mengatakan, dia baru bisa menentukan target balapan setelah latihan bebas. Termasuk di antaranya setelah mendapatkan analisis terkait ritme lawan.
"Ini juga tergantung cuaca dan banyak hal. Biasanya Motegi adalah sirkuit ketika kami hanya sedikit mengeluarkan tenaga, dan sekarang kami berada di titik kami tidak boleh kehilangan poin, menyelesaikan balapan dan menjaga mentalitas yang sama," tukasnya.
(vws)