"Pertama kali saya melihat Ronaldo adalah saat turnamen Montaigu ketika usianya baru 15 tahun. Dia bermain lawan Jepang dan saya berpikir: Siapa pemain hebat ini?"
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Comolli kemudian melakukan pendekatan dan berhasil mengundang Ronaldo ke markas latihan Arsenal.
"Ronaldo juga bertemu Thierry Henry yang merupakan pemain idolanya," ujar Comolli.
Sayangnya, pendekatan Comolli berujung kegagalan lantaran Arsenal tak memiliki dana untuk merekrut Ronaldo.
Hal ini terasa ironis lantaran Arsenal sudah sejak lama terkenal sebagai klub yang menaruh perhatian besar pada bakat-bakat muda.
"Ketika tiba masanya untuk melakukan transfer, ternyata tak ada uang yang dimiliki Arsenal (untuk merekrut Ronaldo)," kata Comolli.
Kegagalan Arsenal kemudian menjadi keuntungan besar bagi United. 'Setan Merah' akhirnya sukses mendaratkan Ronaldo ke Old Trafford.
"Beberapa bulan kemudian, Manchester United menjalin hubungan dengan Sporting Lisbon dan mereka mengadakan pertandingan persahabatan."
"Di laga itu, Ronaldo memporak-porandakan United dan Sir Alex Ferguson menegaskan bahwa Ronaldo harus pergi ke United," tutur Comolli.
Ronaldo sendiri sukses jadi bintang besar di United dan akhirnya hijrah ke Real Madrid dengan status pemain termahal dunia. (ptr)