“Kami membeli tiket untuk tiga hari, tapi baru tiba di Utsunomiya kemarin (Jumat) siang. Jadi kemarin gagal nonton dan baru hari ini bisa ke sirkuit,” ujar Donnie yang bekerja sebagai konsultan IT.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
“Jauh! Butuh lebih dari empat jam untuk bisa sampai sirkuit dari Tokyo. Tapi, setelah sampai, perjuangan terbayar dengan lihat langsung Sirkuit Motegi,” ucap Donnie.
“Sebaiknya jangan di Sirkuit Sentul, karena kepentingan bisnisnya sangat besar,” ujar Krishna.
Donnie juga menganggap Sirkuit Sentul bukan pilihan terbaik untuk menjadi venue MotoGP Indonesia. Donnie lebih senang jika Palembang menjadi tuan rumah MotoGP Indonesia.
“Saya yakin dengan dukungan pemerintah, Indonesia bisa menggelar MotoGP. Tapi, lebih baik di Palembang, jangan di Sirkuit Sentul. Sudah waktunya kita punya sirkuit internasional yang baru,” ucap Donnie. (ptr)