Kondisi tersebut dimanfaatkan sebagian orang Jepang untuk berkemah di kawasan Sirkuit Motegi sepanjang akhir pekan GP Jepang. Dari pantauan CNNIndonesia.com, terdapat lebih dari seratus kemah yang berdiri di sebelah selatan kawasan sirkuit.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Foto: Haryanto Tri WibowoBerkemah jadi pilihan yang rasional dibandingkan harus menempuh perjalanan jauh ke sirkuit yang letaknya terpencil. (CNN Indonesia/Haryanto Tri Wibowo) |
Tidak ada biaya yang harus dikeluarkan alias gratis untuk mendirikan kemah di wilayah tersebut. Emi Ayaka, salah satu orang Jepang yang mendirikan kemah di wilayah Sirkuit Motegi, menjadikan kegiatan tersebut juga digunakan sebagai ajang temu kangen dengan teman-temannya.
Di ruang hampir dua kali lapangan sepak bola tersebut, para pecinta MotoGP itu mendirikan kemah. Hampir tidak ada orang yang berada di kemah ketika latihan bebas atau kualifikasi GP Jepang berlangsung. Hanya ada segelintir orang, termasuk Ayaka dan teman-temannya.
Foto: Haryanto Tri WibowoTak ada pungutan biaya untuk berkemah di sekitar sirkuit Motegi. (CNN Indonesia/Haryanto Tri Wibowo) |
Pilihan untuk berkemah sepanjang akhir pekan GP Jepang terbilang pintar. Selain tidak harus khawatir lelah bolak-balik ke sirkuit menghadapi kemacetan yang cukup parah, mereka juga bisa bersenang-senang bersama teman dan keluarga.
Opsi mendirikan kemah juga bisa menjadi pilihan penonton asing yang ingin menyaksikan GP Jepang di masa depan. Selain murah meriah, mendirikan kemah juga bisa mengurangi stres menghadapi buruknya akses kendaraan untuk keluar dari Sirkuit Motegi. (ptr)
Foto: Haryanto Tri Wibowo
Foto: Haryanto Tri Wibowo