ManCity meraih hasil tak memuaskan ditahan imbang Everton 1-1 di Liga Primer Inggris, di Stadion Etihad, Sabtu (15/10) sore waktu setempat. Sebaliknya, calon lawannya justru meraih kemenangan impresif 4-0 atas Deportivo La Coruna di La Liga Spanyol.
Tak pelak, kemenangan besar Barcelona itu menjadi sinyal ancaman untuk sang juru taktik ManCity, Pep Guardiola, sebelum melawan mantan klubnya di Spanyol tersebut.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Saya sangat senang dengan upaya tim. Kami bermain dengan permainan komplet," ungkap Enrique kepada Goal. "Deportivo merupakan tim yang biasanya paling sedikit kebobolan, tapi kami menciptakan banyak peluang dan mencetak empat gol."
Enrique bahkan secara terbuka membeberkan strateginya nanti untuk menghadapi tim arahan Guardiola di Liga Champions.
"Kami memiliki para pemain bertahan yang sangat cepat. Mungkin saya berpikir untuk menempatkan tiga bek melawan City. Kami melakukannya saat menghadapi Paris Saint Germain," tambah Enrique.
Di lain pihak, Guardiola pun sudah mengakui hasil imbang timnya di Liga Primer Inggris bisa berarti mimpi buruk saat menghadapi Barcelona nanti.
Ia tidak memungkiri saat disinggung bahwa kegagalan timnya meraih kemenangan pada tiga laga di Liga Primer dan Liga Champions bisa berdampak pada kepercayaan timnya.
"Mungkin. Saya di sini mencoba agar hal itu tidak terjadi, tapi jika Anda analisis tiga kekalahan, Anda bisa menganalisis setiap pertandingannya," ucap Guardiola seperti dikutip Independent.
"Saya mencoba menganalisis penyebab kami tidak bisa menang. Tentu saja kepercayaan diri dan suasana batin akan lebih baik jika Anda menang." (bac)